Headline

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Empat Bandara Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Empat Bandara Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik
Arsip Foto. Gunung Anak Krakatau di Provinsi Lampung. (setkab.co.id)

Pada periode pengamatan 5 September 2026 pukul 00.00–06.00 WIB, tercatat satu kali gempa letusan menerus dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi 21.600 detik atau sekitar enam jam.

Pada periode tersebut, pendaran merah dari aktivitas erupsi teramati terus-menerus. Fenomena lava fountain atau pancaran lava juga terlihat pada malam hari, sementara suara gemuruh terdengar dari Pos Pengamatan Gunung Api Pasauran, Kabupaten Serang.

Pemantauan melalui satelit Himawari dan VAAC Darwin menunjukkan sebaran abu vulkanik mencapai sekitar FL480 atau 14,6 kilometer di atas permukaan laut. Abu bergerak dominan ke arah barat hingga barat daya.

Sebaran abu tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan aktivitas erupsi serta kondisi meteorologi, terutama arah dan kecepatan angin.

Abu Vulkanik Berdampak ke Sejumlah Wilayah

Dampak erupsi juga dirasakan di sejumlah wilayah daratan. Pusdalops BPBD Kabupaten Serang melaporkan abu vulkanik berdampak pada tujuh kecamatan, yakni Anyer, Cinangka, Ciomas, Mancak, Pabuaran, Baros dan Padarincang.

Kawasan pesisir Anyer dan Cinangka menjadi salah satu wilayah yang terdampak. Suara gemuruh atau getaran juga dilaporkan terdengar maupun dirasakan di sejumlah wilayah pesisir Lampung, Banten hingga Bandung.

Bagikan Berita
WhatsApp Facebook X / Twitter Telegram