Headline

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Empat Bandara Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Empat Bandara Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik
Arsip Foto. Gunung Anak Krakatau di Provinsi Lampung. (setkab.co.id)

BNPB bersama pemerintah daerah, PVMBG/Badan Geologi, Basarnas dan unsur terkait terus melakukan pemantauan serta koordinasi untuk mengantisipasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Di Kabupaten Serang dan Lampung Selatan, pemantauan sebaran abu serta kondisi masyarakat terus dilakukan. BPBD juga melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

Di Lampung Selatan, BPBD bersama Dinas Kesehatan sebelumnya telah mendistribusikan sekitar 3.000 masker kepada masyarakat di sejumlah desa di Kecamatan Rajabasa. Sementara di Kabupaten Tanggamus, koordinasi penanganan dilakukan bersama TNI, Polri dan organisasi perangkat daerah.

Untuk mengantisipasi kondisi darurat di wilayah perairan, Basarnas Lampung juga menyiagakan personel pada sejumlah pos SAR serta satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) di Bakauheni.

BNPB mengimbau masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak abu vulkanik agar tetap tenang dan menggunakan masker serta pelindung mata ketika beraktivitas di luar ruangan.

Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila konsentrasi abu meningkat, menutup sumber air dan makanan agar tidak terkontaminasi abu, serta membersihkan abu vulkanik dengan memperhatikan keselamatan.

Masyarakat, nelayan dan wisatawan juga diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif dan mengikuti informasi resmi dari BNPB, PVMBG/Badan Geologi, MAGMA Indonesia serta BPBD setempat.

Bagikan Berita
WhatsApp Facebook X / Twitter Telegram