GORONTALO KK – Pasar murah bersubsidi yang digelar Pemerintah Provinsi Gorontalo di Desa Luwoo, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Rabu (2/9/2026), diserbu warga.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah Pemprov Gorontalo untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah musim kemarau yang berdampak terhadap kehidupan warga.
Sebanyak 2.000 paket bahan pokok disiapkan dalam kegiatan pasar murah tersebut. Setiap paket dijual dengan harga Rp95.000, jauh di bawah nilai harga pasar yang jika ditotal mencapai sekitar Rp270.000.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan pasar murah bersubsidi merupakan salah satu dari tiga langkah yang dilakukan pemerintah provinsi untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau.
Selain pasar murah, Pemprov Gorontalo juga menyalurkan bantuan modal bagi pelaku UMKM serta mendistribusikan air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami kekurangan air.
“Kurang lebih satu minggu ini, saya ada di lapangan terus, kerjaannya cuma tiga yakni menyerahkan bantuan UMKM, kedua pasar murah bersubsidi dan ketiga bagi-bagi air bersih karena sebagian besar warga kita sudah kekurangan air karena kemarau,” ungkap Gusnar.
Menurut Gusnar, kemarau tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga berpotensi menurunkan daya beli masyarakat.
Karena itu, pemerintah perlu melakukan intervensi agar kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat dijangkau, terutama di tengah kondisi ekonomi warga yang ikut terdampak kemarau.




