Berdasarkan data BPBD Provinsi Gorontalo per 30 Agustus 2026, kekeringan telah berdampak terhadap 7.542 kepala keluarga atau 23.205 jiwa yang tersebar di empat kabupaten, 27 kecamatan dan 72 desa.
Pelaksanaan pasar murah bersubsidi diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga daya beli warga selama kondisi kemarau berlangsung.




