Headline

Kades Tangga Barito Tolak Dugaan Iming-iming Uang, Khawatir PETI Rusak Lingkungan dan Bendungan Paguyaman

Kades Tangga Barito Tolak Dugaan Iming-iming Uang, Khawatir PETI Rusak Lingkungan dan Bendungan Paguyaman
kepala desa Tangga Barito, Husin pomalango. (foto: istimewa)

BOALEMO (KK) – Kepala Desa Tangga Barito, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, Husin Pomolango, mengaku pernah didatangi seseorang yang diduga berkaitan dengan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Huwata, Molili’ulo KM 43.

Dalam pertemuan itu, ia mengaku sempat diarahkan untuk menerima sejumlah uang, namun memilih menolaknya. Husin mengatakan penolakan tersebut didasari kekhawatirannya terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas tambang ilegal tersebut.

“Kami sudah pernah ditawari akan diberikan uang, Pak, tapi kami menolak dengan tegas. Ada satu bos yang datang langsung ke rumah. Memang tidak secara langsung menawarkan uang, tapi arah pembicaraannya sudah ke situ,” ujar Husin, sebagaimana dikutip dari HarianPost.id.

Menurut Husin, aktivitas PETI di wilayah Huwata berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang berdampak langsung terhadap Desa Tangga Barito, termasuk mengancam keberlangsungan Bendungan Paguyaman.

“Saya bilang, PETI ini dampaknya ke Tangga Barito dan ke Bendungan Paguyaman pasti akan fatal. Jadi saya tetap tidak setuju ada aktivitas PETI di sini,” tegas Husin.

Husin juga mengungkapkan aktivitas PETI di kawasan tersebut justru semakin meningkat. Ia menyebut jumlah alat berat jenis excavator yang beroperasi bertambah dari empat unit menjadi enam unit.

“Ada, Pak. Nama lokasinya Huwata. Di lokasi tersebut sekarang ada enam excavator,” kata Husin.

Bagikan Berita
WhatsApp Facebook X / Twitter Telegram