Klikkabar.id — Di tengah derasnya budaya konsumtif dan tren belanja yang dipicu media sosial, semakin banyak anak muda justru memilih menjalani gaya hidup minimalis. Bagi mereka, minimalisme bukan berarti hidup serba kekurangan, melainkan memilih memiliki barang yang benar-benar dibutuhkan dan memberi nilai bagi kehidupan.
Fenomena ini mulai terlihat dari kebiasaan generasi muda yang lebih selektif saat berbelanja. Mereka cenderung mengurangi pembelian impulsif, mengutamakan kualitas dibanding kuantitas, serta lebih sadar dalam mengatur keuangan demi tujuan jangka panjang.
Minimalis bukan berarti pelit
Gaya hidup minimalis sering disalahartikan sebagai hidup hemat secara ekstrem. Padahal, inti minimalisme adalah mengurangi hal-hal yang tidak penting agar waktu, uang, dan energi dapat dialihkan untuk sesuatu yang lebih bermakna.
Misalnya, seseorang memilih memiliki lima pakaian berkualitas yang sering dipakai daripada memenuhi lemari dengan puluhan pakaian yang jarang digunakan. Prinsip yang sama juga diterapkan pada penggunaan gadget, dekorasi rumah, hingga pengeluaran untuk hiburan.
Mengapa anak muda tertarik?
Ada beberapa alasan mengapa minimalisme semakin diminati:




